14 Februari: “Valentine’s Day” Part 1

14 Februari: “Valentine’s Day” Part 1

Dimana-mana banyak banget yang berkoar-koar “Happy Valday yaa”, “Met Valentine yaa”, “Nih coklat buat Valday kita”, de el el, bla bla bla. Dan rata-rata banyak remaja Muslim kita yang merayakannya. Alamaaaaaak!

Duh! Banyak yang belom pada tau tentang sejarah “Valentine” yang sebener-benernya. Trus mereka asal-asalan ngikutin budaya barat nan sesat ini. Berkedok hari kasih sayang, jurus-jurus maut pun dilaksanakan. Ck ck ck

Oke, kapan-kapan postingan gue ini bakalan gue edit dengan rapih. Gue bakalan cariin referensi dulu tentang sejarah kelam “Valentine”. Bahwa Valentine nggak seindah, selembut, sekasih sayang seperti yang kita –lo aje keleus, gue nggak– kenal.

Buat sekarang mah baca aja dulu interview sama Pak Mario Teguh. Simak baek-baek ya. Inget, pahami dan resapi. Ahay.

Cekidot~


Interview With MT

VALENTINE’S DAY

Pak Mario, apa sih hari Valentine?

Itu adalah hari yang digunakan oleh orang untuk saling mengingatkan bahwa kita harus saling mencintai satu sama lain.

Apakah ini acara agama atau tradisi budaya tertentu?

Hmm … mungkin dulu akarnya dari kejadian pada agama tertentu, kemudian berkembang menjadi tradisi dari masyarakat tertentu – karena banyak juga dari mereka yang tidak beragama dan yang ateis – yang juga melaksanakannya sebagai kesempatan untuk mengungkapkan rasa cinta kepada keluarga dan kekasih.

Mengapa ini kemudian menyebar ke seluruh dunia?

Well … (ijinkan saya menggunakan ‘well’ karena kedengarannya keren) … salah satu budaya yang terkini adalah budaya marketing, maka perayaan seperti ini adalah kendaraan penjualan yang efektif untuk beberapa produk dan jasa yang sesuai. Maka produk dan pelayanan yang sesuai bagi pemasaran internasional – menggunakannya untuk memuluskan distribusi internasionalnya.

Mengapa demikian?

Oh … itu sudah menjadi strategi bisnis yang lazim, karena dengan semakin banyaknya hari perayaan seperti itu, semangat belanja masyarakat bisa dijaga tetap panas dan tidak logis sepanjang tahun.

Apakah itu baik?

Hmm … nyaman bagi yang menjual, menyusahkan orang yang tidak bisa mengendalikan nafsu belanja, terutama yang suka belanja dengan uang hutang, seperti kredit card.

Apakah Pak Mario melihat Valentine’s Day sebagai perayaan agama?

Bukan perayaan agama, tapi asal-usulnya yang beraroma agama tertentu memang bisa menyebabkan kehati-hatian pada sebagian orang.

Apakah Pak Mario merayakan hari Valentine?

Boleh saya agak lebay ya?
Begini … ukuran cinta dan kasih sayang saya kepada keluarga, sahabat, dan sesama TERLALU BESAR untuk menjadikan hari Valentine sebagai hari yang khusus bagi kasih sayang.
Bagi saya, setiap hari adalah hari cinta dan kasih sayang.

Apakah Bapak mengharamkan hari Valentine?

Satu, saya tidak berwenang untuk mengharamkan apa pun.
Dua, yang berwenang menetapkan sesuatu itu haram atau tidak adalah Tuhan.
Tiga, orang sebagaimana pun tingginya ilmunya HANYA menyampaikan apa yang ditetapkan oleh Tuhan sebagai haram atau tidak. Tidak ada karang mengarang dalam hal ini.

Bagaimana Anda bisa yakin dalam sikap Anda?

Saya tidak mengambil sikap apa pun selain sikap yang diharapkan oleh Tuhan sebagai sikap saya.

Jika Anda salah?

Saya sering salah. Tapi saya hanya bersedih sebentar, karena kesalahan adalah tanda bahwa saya bisa segera benar. Setelah itu saya menjadi tegar kembali, dan bersyukur karena menjadi pribadi yang lebih kuat dan sigap bagi kemungkinan salah berikutnya.

Mengapa Anda demikian gembira?

Karena kehidupan ini indah, yang keindahannya sebanding dengan kesungguhan kita untuk mengindahkannya.

………..

Your life is you.

If you are good, so is your life.

Kehidupan Anda adalah Anda.

Jika Anda baik, demikian juga hidup Anda.

Marilah kita mencintai dan mengasihi satu sama lain, sebagai kualitas kesejatian diri kita.

Mario Teguh – Loving you all as always


Nah, nah. Dari interview dengan Pak Mario Teguh di atas, bisa kita cermati kalo Pak Mario mau ngejelasin bahwa apa yang diharamkan oleh ulama bukan cuman karangan mereka. Ulama-ulama tersebut nyampein apa yang udah ditetapin oleh Allah.

Pak Mario juga bilang yang dia beri buat sahabat dan keluarganya terlalu besar kalo cuman dikhususin di hari Valentine. Toh setiap hari adalah hari cinta dan kasih sayang. Masak mau sayang-sayangan harus nunggu Valday. Lamoooo nian~

Oke, back to Pak Mario. Mungkin Pak Mario berusaha nyampein ini dengan halus dan tersirat. Tapi buat yang “memahami”, jelas banget nunjukin kalo Pak Mario nggak punya tradisi merayakan Valentine. Dan nggak menyarankan kita (Muslim) untuk ikut-ikutan Valday-Valday-an. Ditekankan dengan jawaban atas pertanyaan “Apakah Bapak mengharamkan hari Valentine?”

Begitulah tausyiah (?) dari Pak Mario buat kita semua. Udah gue jelasin juga walopun ala kadarnya. Laen kali gue update deh post ini. Kalo nggak ya di Part 2 mendatang **kapan woy? :v**

Gimana guys? Udah terbuka dikit sama Valday?

Sumber:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s